TUGAS INTEGRASI UPAYA PENINGKATAN PENGOBATAN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP ODHA
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr, wb
Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang
telah memberi kekuatan dan kesempatan kepada kami, sehingga makalah ini
dapat terselesaikan dengan waktu yang di harapkan walaupun dalam bentuk
yang sangat sederhana, dimana makalah ini membahas
tentang “HIV/AIDS” dan kiranya makalah ini dapat meningkatkan
pengetahuan kita khususnya tentang bagaimana dan apa bahaya dari
penyakit HIV/AIDS.
Dengan adanya makalah ini,mudah-mudahan
dapat membantu meningkatkan minat baca dan belajar teman-teman.selain
itu kami juga berharap semua dapat mengetahui dan memahami tentang
materi ini, karena akan meningkatkan mutu individu kita
Kami sangat menyadari bahwa dalam
pembuatan makalah ini masih sangat minim,sehingga saran dari dosen
pengajar serta kritikan dari semua pihak masih kami harapkan demi
perbaikan laporan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.
RINGKASAN
Dari data yang kami dapat dari KPA Jawa
tengah masih tingginya angka kematian ODHA disebabkan infeksi
oportunistik ini terkait dengan motivasi untuk melakukan terapi ARV
sehingga kasus kematian dapat dikurangi.perlunya dukungan sosial untuk
meningkatkan keinginan para ODHA untuk rutin menjalani terapi.
A.PENDAHULUAN
Latar Belakang
Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS)
pertama kali temukan untuk wilayah negara indonesia di Provinsi Bali
pada tahun 1987 yang disebabkan oleh virus human immunodeficiency
(HIV).HIV adalah suatu infeksi oleh salah satu dari jenis virus yang
secara progesif merusak sel sel darah putih yang disebut
limfosit.Kumpulan dari penyakit penyakit yang timbul dari virus HIV
hasil penularan yang merusak system kekebalan tubuh, bukan penyakit
bawaan tetapi didapat disebut dengan AIDS (Acquired immunodeficiency
syndrome).
Berdasarkan data Departemen kesehatan
(Depkes) Kasus HIV di indonesia pada tahun 2011 (21.031 kasus), Januari
– September 2012 (15.372 kasus). Jumlah kumulatif kasus HIV yang
dilaporkan sampai dengan September 2012 sebanyak (92.251 kasus) dan
untuk AIDS yang dilaporkan sampai dengan september 2012 (39.434kasus).
Data dari Komisi Penanggulangan HIV/AIDS
(KPA) Jawa Tengah jawa tengah berada pada peringkat enam dalam daftar
provinsi dengan kasus HIV/AIDS terbanyak di Indonesia.Penyebaran dan
perkembangan HIV/AIDS di Jawa Tengah sudah sangat memprihatinkan. Sejak
1993 hingga Maret 2012, tercatat hampir 5.000 kasus HIV/AIDS.
Etiologi
Hiv TERDIRI ATAS hiv-1 DAN hiv-2
terbanyak karena HIV-1 terdiri atas dua untaian RNA dalam inti protein
yang di lindungi envelop lipid asal sel hospes.Virus AIDS bersifat
limpotropik khas dan mempunyai kemampuan untuk merusak sel darah putih
spesifik yang di sebut limposit T-helper atau limposit pembawa factor T4
(CD4). Virus ini dapat mengakibatkan penurunan jumlah limposit T-helper
secara progresif dan menimbulkan imunodefisiensi serta untuk selanjut
terjadi infeksi sekunder atau oportunistik oleh kuman,jamur, virus dan
parasit serta neoplasma. Sekali virus AIDS menginfeksi seseorang, maka
virus tersebut akan berada dalam tubuh korban untuk seumur hidup. Badan
penderita akan mengadakan reaksi terhapat invasi virus AIDS dengan jalan
membentuk antibodi spesifik, yaitu antibodi HIV, yang agaknya tidak
dapat menetralisasi virus tersebut dengan cara-cara yang biasa sehingga
penderita tetap akan merupakan individu yang infektif dan merupakan
bahaya yang dapat menularkan virusnya pada orang lain di sekelilingnya.
Kebanyakan orang yang terinfeksi oleh virus AIDS hanya sedikit yang
menderita sakit atau sama sekali tidak sakit, akan tetapi pada beberapa
orang perjalanan sakit dapat berlangsung dan berkembang menjadi AIDS
yang full-blown.
Gejala dan Tanda
Beberapa orang memiliki gejala mirip flu,
ruam kulit atau pembengkakan kelenjar untuk jangka waktu singkat segera
setelah terinfeksi HIV. Namun, gejala tersebut juga terjadi pada
penyakit lainnya, dan tidak selalu berarti bahwa seseorang memiliki HIV.
Seringkali orang yang terinfeksi HIV tidak memiliki gejala sama sekali.
Namun, meskipun tidak memiliki gejala, dia dapat menularkan virus ke
orang lain. Gejala AIDS Tanda dan gejala berikut dapat menjadi
tanda AIDS, yang merupakan stadium akhir infeksi HIV. Tanda dan gejala
pada umumnya berkaitan dengan infeksi oportunistik (infeksi yang
mengambil keuntungan dari kesempatan yang ditawarkan oleh
sistem kekebalan yang lemah). Seperti :berat badan turun drastic,demam berulang atau berkeringat hebat di malam hari,kelelahan parah yang tidak dapat dijelaskan,pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, pangkal paha, atau leher,diare yang
berlangsung lebih dari seminggu, bintik-bintik atau noda putih yang
tidak biasa di lidah, mulut, atau tenggorokan, pneumonia
Ada berbagai test untuk mendiagnosis HIV,
tetapi yang paling umum adalah dengan test ELISA.Test ini mengukur
jumlah antibodi HIV dalam darah. Diperlukan waktu tunggu setidaknya 3
bulan setelah paparan HIV sebelum seseorang memiliki antibodi HIVyang
dapat diuji secara akurat.Diagnosis juga bisa ditegakkan bahkan sebelum
infeksi oportunistik berkembang, dengan menghitung jumlah sel CD4 dalam
darah.
Patofisiologi HIV/AIDS
Virus memasuki tubuh dan terutama
menginfeksi sel yang mempunyai molekul CD4. Kelompok terbesar yang
mempunyai molekul CD4 adalah limfosit T4 yang mengatur reaksi sistem
kekebalan manusia. Sel-sel target lain adalah monosit, makrofag, sel
dendrit, sel langerhans dan sel mikroglia. Setelah mengikat molekul CD4
melalui transkripsi terbalik. Beberapa DNA yang baru terbentuk saling
bergabung dan masuk ke dalam sel target dan membentuk provirus. Provirus
dapat menghasilkan protein virus baru, yang bekerja menyerupai pabrik
untuk virus-virus baru. Sel target normal akan membelah dan memperbanyak
diri seperti biasanya dan dalam proses ini provirus juga ikut
menyebarkan anak-anaknya. Secara klinis, ini berarti orang tersebut
terinfeksi untuk seumur hidupnya (Price & Wilson,1995). Siklus
replikasi HIV dibatasi dalam stadium ini sampai sel yang terinfeksi
diaktifkan. Aktifasi sel yang terinfeksi dapat dilaksanakan oleh
antigen, mitogen, sitokin (TNF alfa atau interleukin 1) atau produk gen
virus seperti sitomegalovirus (CMV), virus Epstein-Barr, herpes simpleks
dan hepatitis. Sebagai akibatnya, pada saat sel T4 yang terinfeksi
diaktifkan, replikasi serta pembentukan tunas HIV akan terjadi dan sel
T4 akan dihancurkan. HIV yang baru dibentuk ini kemudian dilepas ke
dalam plasma darah dan menginfeksi sel-sel CD4+ lainnya.Sesudah infeksi
inisial, kurang lebih 25% dari sel-sel kelenjar limfe akan terinfeksi
oleh HIV pula. Replikasi virus akan berlangsung terus sepanjang
perjalanan infeksi HIV; tempat primernya adalah jaringan limfoid.
Kecepatan produksi HIV diperkirakan berkaitan dengan status kesehatan
orang yang terjangkit infeksi tersebut. jika orang tersebut tidak sedang
menghadapi infeksi lain, reproduksi HIV berjalan dengan lambat. Namun,
reproduksi HIV tampaknya akan dipercepat kalau penderitanya sedang
menghadapi infeksi lain atau kalau sistem imunnya terstimulasi. Keadaan
ini dapat menjelaskan periode laten yang diperlihatkan oleh sebagian
penderita sesudah terinfeksi HIV. Sebagian besar orang yang terinfeksi
HIV (65%) tetap menderita HIV/AIDS yang simptomatik dalam waktu 10 tahun
sesudah orang tersebut terinfeksi (Brunner & Suddarth, 2001).
Tujuan Dan Manfaat
Tujuan : Mengetahui penyebab penyakit
HIV , mengetahui penularan penyakit HIV , mengetahui gejala penyakit
HIV.Manfaat :.Memberikan informasi kepada masyarakat tentang kejadian
/AIDS untuk menurunkan angka penularan, meningkatkan angka harapan hidup
penderita HIV, meningkatkan angka derajat kesehatan .
- A. INTI
Kondisi kekinian
Data dari Komisi Penanggulangan HIV/AIDS
(KPA) Jawa Tengah jawa tengah berada pada peringkat enam dalam daftar
provinsi dengan kasus HIV/AIDS terbanyak di Indonesia.peningkatan kasus
AIDS dari pada bulan maret tahun 2012 sebanyak 1602 kasus meningkat
pada desember tahun 2012 menjadi 2815 kasus.peningkatan dari bulan maret
ke desember pada tahun yang sama mencapai 1213 kasus baru. Oleh sebab
itu HIV dan AIDS merupakan ancaman besar terhadap pembangunan nasional,
bagi dunia usaha, kesetaraan gender dan ancaman bagi peningkatan tenaga
kerja. Epidemi ini dapat mengakibatkan dampak negatif yang sangat besar
terhadap pertumbuhan ekonomi angkatan kerja, bisnis, serta pekerja dan
keluarganya.
Selain itu juga provinsi jawa tengah
menduduki posisi kedua untuk jumlah penemuan kasus HIV terbanyak saat
ini di Indonesia dengan kasus temuan 798 kasus baru.Ini menunjukan bahwa
tingkat persentase perkembangan HIV/AIDS di jawa tengah sangat
cepat.Penyakit ini merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang sangat
penting yang menjadi tolak ukur bahwa penyakit ini terjadi karena
tingkat pendidikan yang rendah, tidak berdaya atau tingkat kemiskinan
yang tinggi dan memiliki nilai dengan nilai moralitas.Dari data yang
didapat perentase pengidap HIV AIDS berdasarkan jenis kelamin untuk laki
laki 61,7 % dan untuk wanita 38,3%.
Dari data yang bersumber dari KPA Jawa
tengah terjadi peningkatan orang menderita AIDS yang menyebabkan akan
bertambahnya jumlah resiko kematian ODHA.Meningkatnya angka penderita
pada tahun 2011 ke 2012 ini juga diikuti oleh meningkatnya angka
kematian ODHA mencapai 149 kematian.Hal ini menunjukan adanya masalah
dalam hal mencegah / mengurangi dampak dari penyakit infeksi
oportunistik seperti kanker, tuberkulosis, pneumonia, toksoplamosis. dll
Strategi Pemerintah
Beberapa program yang telah dilakukan pemerintah jawa tengah untuk ODHA
- Klinik VCT
Klinik VCT adalah klinik yang dikhususkan
untuk mengobati penderita HIV/AIDS dari infeksi oportunistik untuk
memperpanjang umur harapan hidup ODHA.Saat pemerintah jawa tengah telah
mendirikan 64 klinik yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, maupun LSM
yang peduli terhadap ODHA.
- Program ABCDE
- A (Abstinent): Puasa, jangan melakukan hubungan seksual yang tidak sah
- B (Be Faithful)Setialah pada pasangan, melakukan hubungan seksual hanya dengan pasangan yang sah
- C (use Condom) Pergunakan kondom saat melakukan hubungan seksual bila berisiko menularkan/tertular penyakit
- D (Don’t use Drugs) Hindari penyalahgunaan narkoba
- E (Education) Edukasi, sebarkan informasi yang benar tentang HIV/AIDS dalam setiap kesempatan
Program ini yang bertujuan untuk
melindungi orang yang belum tertular virus HIV atau mencegah tertular
virus dari pengidap HIV/AIDS
- Terapi antiretroviral (ARV)
Terapi anti-HIV yang dianjurkan saat ini adalah HAART (Highly Active Antiretroviral Therapy), yang menggunakan kombinasi minimal tiga obat antiretroviral. Terapi ini terbukti efektif dalam menekan replikasi virus (viral load)
sampai dengan kadar di bawah ambang deteksi. Waktu memulai terapi ARV
harus dipertimbangkan dengan seksama karena obat ARV akan diberikan
dalam jangka panjang. ARV dapat diberikan apabila infeksi HIV telah
ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan dibuktikan secara
laboratories (Hammer et al., 2008.
Gagasan yang di ajukan
Dengan melihat beberapa program yang
telah berjalan saat ini perlu adanya beberapa penambahan kebijakan yang
efektif dalam mengurangi angka penularan, angka kesakitan dan angka
kematian.Dengan membuat suatu tempat yang dikhususkan bagi ODHA
(karantina) yang disebut rumah ODHA.Program Rumah ODHA yaitu tempat
untuk para ODHA berkumpul, tinggal, pengobatan, bersosialisasi dengan
masyarakat ODHA yang lain.Dengan adanya rumah ODHA maka pemerintah dapat
memberi pelayanan bagi ODHA secara holistik, komprehensif dan
integratif sesuai dengan konsep layanan perawatan yang berkesinambungan
sehingga akan meningkatkan angka harapan hidup bagi ODHA.Beberapa
mamfaat yang didapat dari rumah ODHA:
- Sebagai tempat berkumpul ODHA sekaligus tempat tinggal ODHA
Dengan adanya suatu tempat yang memilki
fungsi sebagai tempat tinggal ODHA dan tempat berkumpul.Para ODHA
memiliki suatu kelompok yang memiliki penderitaan dan tanggung jawab
yang sama, tempat bagi ODHA berbagai pengalaman dengan kelompoknya,
bekerja dengan keterampilan yang mereka milki, dan menjalankan fungsi
manusia sebagai mahluk sosial.Selain itu pula untuk mengurangi rasa
terdiskriminasi dari pihak atau orang tertentu.
- Pemberian dukungan sosial terhadapa ODHA
Beberapa dukungan yang dapat diberikan pada ODHA
- Dukungan emosional dan penghargaan. Kedua dukungan ini mengarah pada pemberian perhatian, kepedulian, ekpresi empati, dan kasih sayang pada Odha. Selain itu, Kita juga bisa memberikan dorongan yang positif serta menghargai ide, keputusan, dan perilaku yang Odha lakukan
- Dukungan Instrumental. Dukungan ini mengarah pada pemberian bantuan secara langsung atau tidak langsung yang dapat berupa jasa atau benda. Misalnya, memberikan perlengkapan hidup, kebutuhan rumah tangga, dan membantu Odha mengurus kehidupan mereka.
- Dukungan Informasi. Dukungan ini mengarah pada pemberian saran, nasihat, kritikan, dan petuah yang dapat membantu Odha untuk menghadapi kerasnya hidup dan perlakuan diskriminatif yang mungkin diterima dengan sabar dan tabah.
- Dukungan persahabatan. Dukungan ini erat kaitannya dengan hakikat kita sebagai makhluk sosial. Dukungan ini mengarah pada pemberian dukungan berupa penerimaan dalam sebuah kelompok atau lingkungan sehingga Odha merasa diterima sebagai bagian dari masyarakat
Tempat yang baik dan adanya tambahan
motivasi dari berbagai pihak akan memberikan dukungan untuk para ODHA
semangat untuk hidup.Selain itu juga memberikan dorongan yang positif
serta menghargai ide, keputusan, dan perilaku yang ODHA lakukan, memberikan dukungan persahabatan sehingga mereka tidak merasa terdiskriminasi.
- Upaya penurunan angka kematian ODHA
Dengan adanya tempat yang terpusat
pengobatan lebih terpusat, terjadwal, dan meminimalisasikan adanya ODHA
drop out dari pengobatan sehingga angka kematian dapat diturunkan dan
diharapkan angka harapan hidup bisa mencapai 12 tahun.Untuk mewujudkan
Program tersebut perlunya adanya kerja sama baik antara pihak sehingga
dapat tercapai tujuan untuk pengobatan dan pemberian dukungan sosial
terhadap penderita sehingga program tersebut dapat berjalan lancar.Untuk
mencapai program peningkatan harapan bagi ODHA antara lain:
- penderita
Penderita berkontribusi dalam menyatakan
keadaan yang sebenarnya sehingga tidak terjadi fenomena gunung es, tidak
melakukan hubungan seks kecuali secara aman, berusaha mencegah orang
orang yang belum terkena dengan meberi tahu dampak buruk yang terjadi.
- Keluarga/ contact person
Memberi dukungan moral sehingga penderita
tidak merasa di diskriminasiakan, memberi motivasi sehingga penderita
merasa tidak putus asa.
- Pemerintah
Sebagai penyedia sarana dan prasarana seperti peralatan medis, obat.dll
- LSM / organisasi yang bergerak dibidang kesehatan
Langkah strategis dilakukan perlu
dilakukan kerjasama denagn semua pihak seperti pemerintah, penderita/
ODHA, keluarga, masyarakat, LSM sehingga tercapai program rumah ODHA.
KESIMPULAN
Dengan adanya rumah ODHA terselengaranya
pelayanan bagi ODHA secara holistik, komprehensif dan integratif sesuai
dengan konsep layanan perawatan yang berkesinambungan sehingga akan
meningkatkan angka harapan hidup bagi ODHA.Selain dari mamfaat
pengobatan ODHA dapat menjalankan fungsi sosial sebagai mahluk
sosial.Untuk mencapai program tersebut perlu kerja sama semua pihak
untuk membentuk rumah ODHA.program tersebut dapat mengurangi angka
kematian dan angka memperpanjang angka harapan hidup.
Komentar
Posting Komentar