Realibiltas (Keandalan)
Istilah lain reabilitas adalah keterandalan reprodusbilitas, presisi atau ketepatan pengukuran. Suatu intrumen penelitian ataupun penelitian dapat dikatakan reabilitas jika memberikan hasil yang sama atau hampir sama apabila dialakukan pemeriksaan secara berulang ulang. Timbangan berat badan memberikan hasil yang sama ketiak digunakan mengukur berat badan badan pada waktu pagi atau pun siang pada satu orang. Reabilitas sangat berpengaruh terhadap ketepatn penelitian.
Keandalan suatu pengukuran dipengaruhi kesalahan acak (random error) yang terdiri dari 3 jenis variabel yang berbeda yaitu:
Istilah lain reabilitas adalah keterandalan reprodusbilitas, presisi atau ketepatan pengukuran. Suatu intrumen penelitian ataupun penelitian dapat dikatakan reabilitas jika memberikan hasil yang sama atau hampir sama apabila dialakukan pemeriksaan secara berulang ulang. Timbangan berat badan memberikan hasil yang sama ketiak digunakan mengukur berat badan badan pada waktu pagi atau pun siang pada satu orang. Reabilitas sangat berpengaruh terhadap ketepatn penelitian.
Keandalan suatu pengukuran dipengaruhi kesalahan acak (random error) yang terdiri dari 3 jenis variabel yang berbeda yaitu:
1. Variabilitas pengamat : menunjukkan variabilitas pada waktu pemeriksaan misalnya kesalahan dalam memilih kata dalam sebuah penelitian, atau kemampuan seseorang dalam menggunakan alat ukur.
2. Variabilitas subyek : merujuk pada variasi biologis .misalnya perubahan emosi (dalam waktu berbeda emosi selalu berbeda), tekanan darah
3. Variabilitas intrumen : merujuk pada hal hal yang mempengaruhi ketepatan intrumen, misalnya suhu kamar atau kebisingan sekitar.
Menilai keandalan variabel numerik dan varibel nominal
a. Menilai keandalan variabel numerik
Pada umumnya dilakukan dengan simpangan baku(standar deviation)pada pengukuran numerik yang berulang. Salah satu statistik yang bermamfaat untuk kepentingan ini adalah koefisien variasi yaitu simpang baku dibagi rerata. Pengukuran yang baik adalah pengukuran yang memiliki koefisien yang baik.
Contoh : pengukuran kadar natrium serum dilakukan dengan menggunakan alat A da alat B. Pengukuran dilakukan sebnayak 20 kali dengan hasil sbb:
• pengukuran dengan alat A :
rerata : 134,7
simpang baku : 1, 76
koefisien variasi : 1,76/ 134, 7 = 0,013
• pengukuran dengan alat B :
rerata : 134,7
simpang baku : 2,71
koefisien variasi : 2,71/ 134, 7 = 0,020
meski kedua alat tersebut memiliki hasil rerata yang sama, tetapi pengukuran A lebih andal karena memiliki hasil koefisien variasi yang lebih kecil
b. Meniali keandalan variabel nominal
Cara untuk menilai keandalan data dengan variabel nominal dengan penentuan nilai kappa (K). Kappa merupakan merupakan statistik yang mengukur kesesuain anatara variabelberskala nominal dikotom.
Cara untuk meningkatkan nilai reabilitas dan sumber random error
1. Standarisasi cara pengukuran/
menerapakan aturan khusus yang terinci untuk mengukur. Sumber random
error : pengamat dan subyek
2. Pelatihan pengukur/melakuakan pelatihan terhadap para pengukur sehingga terjadi keseragaman. Sumber random error : pengamat
3. Penyempurnaan intrumen/ peralatan mekanis yang dapat diatur untuk mengurangi variabilitas penelitian. Sumber random error : pengamat, alat ukur
4. Automasi. Sumber random error : pengamat, subyek
5. Pengulangan pengukuran/ pengukuran dilakukan berulang kali . Sumber random error : pengamat, subyek, alat ukur
Validitas (Kesahihan)
Validitas adalah sejauh mana intrumen penelitian berapa dekatnya alat ukur untuk menyatakan apa yang diukur. Contoh : termometer dapat menyatakan suhu yang saat ini terjadi dan menyatakan dengan ketelitian yang pasti,namun air mata tidak sahih untuk menyatakan kesedihan sebab air mata bercucuran pada saat sedih atau senang.
Kesahihan pada pengukuran dipengaruhi bias pengukuran(measurement bias). Bias pengukuran dipengaruhi oleh variabalitas kesahihan yaitu bias pengamat, bias subyek, dan bias intrumen.
1. Bias pengamat adalah distorsi yang konsisten baik yang disadari maupun yang tidak disadari yang dilakukan oleh pelaksana pengukuran, dalam menilai ataupun memperoleh hasil pengukuran. Contoh seorang peneliti cenderung mendapatkan tekanan darah lebih rendah pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol.
2. Bias subyek adalah distorsi yang konsisten oleh subyek penelitian. Contoh seorang yang mengetahui bahwa dirinya masuk dalam sampel penelitian maka orang tersebut akan berusaha mendapatkan skor yang terbaik.
3. Bias intrumen adalah kesalahan sistematik yang terjadi ketiak tidak teratur alat ukur. Contoh kesalahan dalam mengatur item pertanyaan pada kuisoner.
Menilai keandalan variabel numerik dan varibel nominal
a. Kesahihan alat ukur berskala numerik
Untuk menilai kesahihan dapat dilakukan dengan membandingkan alat ukur tersebut dengan cara membandingkan dengan alat ukur yang baku sebagai penera. Contoh timbangan berat badan dibandingkan dengan timbangan baku.
2. Pelatihan pengukur/melakuakan pelatihan terhadap para pengukur sehingga terjadi keseragaman. Sumber random error : pengamat
3. Penyempurnaan intrumen/ peralatan mekanis yang dapat diatur untuk mengurangi variabilitas penelitian. Sumber random error : pengamat, alat ukur
4. Automasi. Sumber random error : pengamat, subyek
5. Pengulangan pengukuran/ pengukuran dilakukan berulang kali . Sumber random error : pengamat, subyek, alat ukur
Validitas (Kesahihan)
Validitas adalah sejauh mana intrumen penelitian berapa dekatnya alat ukur untuk menyatakan apa yang diukur. Contoh : termometer dapat menyatakan suhu yang saat ini terjadi dan menyatakan dengan ketelitian yang pasti,namun air mata tidak sahih untuk menyatakan kesedihan sebab air mata bercucuran pada saat sedih atau senang.
Kesahihan pada pengukuran dipengaruhi bias pengukuran(measurement bias). Bias pengukuran dipengaruhi oleh variabalitas kesahihan yaitu bias pengamat, bias subyek, dan bias intrumen.
1. Bias pengamat adalah distorsi yang konsisten baik yang disadari maupun yang tidak disadari yang dilakukan oleh pelaksana pengukuran, dalam menilai ataupun memperoleh hasil pengukuran. Contoh seorang peneliti cenderung mendapatkan tekanan darah lebih rendah pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol.
2. Bias subyek adalah distorsi yang konsisten oleh subyek penelitian. Contoh seorang yang mengetahui bahwa dirinya masuk dalam sampel penelitian maka orang tersebut akan berusaha mendapatkan skor yang terbaik.
3. Bias intrumen adalah kesalahan sistematik yang terjadi ketiak tidak teratur alat ukur. Contoh kesalahan dalam mengatur item pertanyaan pada kuisoner.
Menilai keandalan variabel numerik dan varibel nominal
a. Kesahihan alat ukur berskala numerik
Untuk menilai kesahihan dapat dilakukan dengan membandingkan alat ukur tersebut dengan cara membandingkan dengan alat ukur yang baku sebagai penera. Contoh timbangan berat badan dibandingkan dengan timbangan baku.
b. Kesahihan alat ukur berskala nominal
Alat ukur dengan variabel data numerik dapat dibandingkan dengan membandingkan alat diagnostik yang terbaik yang ada (gold standar) .
Strategi untuk meningkatkan kesahihan pengukuran
1. Melakukan pemeriksaan tanpa setahu subyek. Contoh melakukan wawacara terhadap anak sambil diajak bermain
2. Melakukan pemeriksaan tanpa identitas subyek. Pemeriksaan spesimen dahak untuk diagnosis TBC tanpa mengetahui idntitas
3. Kalibrasi alat yang dilakukan secara berkala
Alat ukur dengan variabel data numerik dapat dibandingkan dengan membandingkan alat diagnostik yang terbaik yang ada (gold standar) .
Strategi untuk meningkatkan kesahihan pengukuran
1. Melakukan pemeriksaan tanpa setahu subyek. Contoh melakukan wawacara terhadap anak sambil diajak bermain
2. Melakukan pemeriksaan tanpa identitas subyek. Pemeriksaan spesimen dahak untuk diagnosis TBC tanpa mengetahui idntitas
3. Kalibrasi alat yang dilakukan secara berkala
Hubungan keandalan (reabilitas ) dan kesahihan (validitas)
Ketika Reabilitas dapat dapat diaraih
dalam pengukuran bukan berarti validitas dapat diraih, begitu juga
sebaliknya. Ada berbagai macam hubungan reabilitas dan validitas yaitu :
reabilitas dan validitas, tidak reabilitas dan validitas, reabilitas
dan tidak validitas, tidak reabilitas dan tidak validitas.
Dari berbagai sumber.
Komentar
Posting Komentar