Langsung ke konten utama

Skala Pengukuran Penelitian Kesehatan

Skala dalam penelitian dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
  • Skala kategorikal dibagi menjadi : skala nominal dan ordinal
  • Skala numerik dibagi menjadi : skala interval dan rasio
Lebih baiknya untuk memperjelas tentang masing masing skala diperjelas masing masing dengan pengertian serta contoh skala pengukuran.
  1. Skala nominal merupakan skala terendah yang hanya merupakan nama atau label, dan tidak mengandung informasi peringkat. Contohnya seperti suku (bugis, jawa, sunda). Skala nominal yang mempunyai 2 nilai disebut dikotom (sakit , sehat), sedang yang mempunyai lebih dari 2 nilai disebut dengan polikotom (gol darah A, B, C, D, E). Skala ini tidak dapat dimanipulasi secara matematis, contoh dihitung nilai rerata (mean), tetapi dapat dihitung proporsi, persentase, atau risiko relatifnya. Uji hipotesis yang sering digunakan adalah uji chi-square
  2. Skala ordinal adalah skala telah memiliki tingkatan tetapi jarak antara peringkat tidak dapat dikuantikasi.contohnya tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA). Ini dapat diartikan bahwa tinggkat pendidikan SMA lebih pintar di bandingkan dengan SMP ataupun sebaliknya.uji yang sering digunakan adalah rank- spearman atau uji non parametrik lainyya.
  3. Skala interval adalah skala numerik yang tidak memiliki nilai 0 alami. (misalnya suhu 0 celcius tidak sama 0 fahrenheit, oleh karena nilai 0 tersebut arbitrer, ditentukan manusia bukan nilai alami).
  4. Skala rasio yang mempunyai 0 alami (misalnya berat badan, kolesterol)
Selain itu pula skala numerik dapt dibagi menjadi nilai skala kontinu (mempunyai desimal, misalnya BB, TB), atau skala diskret (tidak ada desimal, misalnya jumlah anak)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Metode Advokasi Berbasis Jejaring dan Advokasi

Advokasi berbasis jejaring/koalisi pada dasarnya dilakukan dengan prinsip dasar membagi tujuan bersama untuk diwujudkan bersamasama, dengan sumberdaya yang dimiliki masing-masing, atau dengan sumberdaya bersama. Secara lebih rinci, urut-urutan cara pelaksanaan advokasi berbasis jejaring/koalisi adalah sebagai berikut. Identifikasi tujuan bersama Advokasi selalu kita mulai dengan tujuan. Demikian pula dengan jejaring/koalisi dalam rangka advokasi. Di sini, kita harus mulai dengan menentukan tujuan apa yang akan menjadi dasar gerakan bersama yang akan diciptakan. Setiap individu dan setiap kelompok dalam masyarakat memiliki nilai yang beragam, dan karenanya tujuan ideal yang hendak mereka capai juga beragam. Dalam keberagaman nilai dan tujuan ini, penting untuk secara lekas memetakan pengelompokan kepentingan dalam masyarakat. Dengan memetakan pengelompokan kepentingan ini, kita secara akurat bisa menentukan tujuan payung, yang bisa dipegang bersama-sama oleh pihak-pihak yang ...

Dukungan Sosial Terhadap ODHA

TUGAS INTEGRASI UPAYA  PENINGKATAN  PENGOBATAN DAN  DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP ODHA KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr, wb Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, yang telah memberi kekuatan dan kesempatan kepada kami, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan waktu yang di harapkan walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana, dimana makalah ini membahas tentang “HIV/AIDS” dan kiranya makalah ini dapat meningkatkan pengetahuan kita khususnya tentang bagaimana dan apa bahaya dari penyakit HIV/AIDS. Dengan adanya makalah ini,mudah-mudahan dapat membantu meningkatkan minat baca dan belajar teman-teman.selain itu kami juga berharap semua dapat mengetahui dan memahami tentang materi ini, karena akan meningkatkan mutu individu kita Kami sangat menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih sangat  minim,sehingga saran dari dosen pengajar serta kritikan dari semua pihak masih kami harapkan demi perbaikan laporan ini. Kami ucapkan ter...

Makalah Vektor

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembangunan bidang kesehatan saat ini diarahkan untuk menekan angka kematian yang disebabkan oleh berbagai penyakit yang jumlahnya semakin meningkat. Masalah umum yang dihadapi dalam bidang kesehatan adalah jumlah penduduk yang besar dengan angka pertumbuhan yang cukup tinggi dan penyebaran penduduk yang belum merata, tingkat pendidikan dan sosial ekonomi yang masih rendah. Keadaan ini dapat menyebabkan lingkungan fisik dan biologis yang tidak memadai sehingga memungkinkan berkembang biaknya vektor penyakit (Menkes, 2010). Vektor adalah organisme yang tidak menyebabkan penyakit tetapi menyebarkannya dengan membawa patogen dari satu inang ke yang lainnya. Vektor juga merupakan anthropoda yang dapat menimbulkan dan menularkan suatu Infectious agent dari sumber Infeksi kepada induk semang yang rentan. Bagi dunia kesehatan masyarakat, binatang yang termasuk kelompok vektor dapat merugikan kehidupan manusia karena disamping mengganggu secara lan...