Skala dalam penelitian dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
- Skala kategorikal dibagi menjadi : skala nominal dan ordinal
- Skala numerik dibagi menjadi : skala interval dan rasio
Lebih baiknya untuk memperjelas tentang
masing masing skala diperjelas masing masing dengan pengertian serta
contoh skala pengukuran.
- Skala nominal merupakan skala terendah yang hanya merupakan nama atau label, dan tidak mengandung informasi peringkat. Contohnya seperti suku (bugis, jawa, sunda). Skala nominal yang mempunyai 2 nilai disebut dikotom (sakit , sehat), sedang yang mempunyai lebih dari 2 nilai disebut dengan polikotom (gol darah A, B, C, D, E). Skala ini tidak dapat dimanipulasi secara matematis, contoh dihitung nilai rerata (mean), tetapi dapat dihitung proporsi, persentase, atau risiko relatifnya. Uji hipotesis yang sering digunakan adalah uji chi-square
- Skala ordinal adalah skala telah memiliki tingkatan tetapi jarak antara peringkat tidak dapat dikuantikasi.contohnya tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA). Ini dapat diartikan bahwa tinggkat pendidikan SMA lebih pintar di bandingkan dengan SMP ataupun sebaliknya.uji yang sering digunakan adalah rank- spearman atau uji non parametrik lainyya.
- Skala interval adalah skala numerik yang tidak memiliki nilai 0 alami. (misalnya suhu 0 celcius tidak sama 0 fahrenheit, oleh karena nilai 0 tersebut arbitrer, ditentukan manusia bukan nilai alami).
- Skala rasio yang mempunyai 0 alami (misalnya berat badan, kolesterol)
Selain itu pula skala numerik dapt dibagi
menjadi nilai skala kontinu (mempunyai desimal, misalnya BB, TB), atau
skala diskret (tidak ada desimal, misalnya jumlah anak)
Komentar
Posting Komentar